Luarbiasa sebuah ajang bertaraf internasional diadakan dan diprakarsai oleh anak bangsa, dan hebatnya pemenangnya adalah desainer asli Indonesia yang berhasil mengalahkan desainer- desainer dari luar negeri. Karena ada syarat bahwa konsep yang ditawarkan harus original dan juga inovatif, perkenankan saya untuk melakukan “innovation curatorship” terhadapnya meski dengan info yan gsangat terbatas, untuk itu mohon koreksinya.

link

Pogoce, demikian nama konsep sepeda yang diusung oleh Tadjudin & Felicia Simon yang berbagi hadiah sebesar USD 5.000. Sepeda ini berhasil menarik perhatian beberapa juri dari dalam negeri dan luar negeri. Sepeda lipat ini dikatakan mampu memproduksi listrik dan menyimpannya, sehingga setelah terkumpul dapat di share pada siapa yang membutuhkan listrik tersebut. Konsep inilah yang mengalahkan beberapa konsep sepeda finalis seperti dalam gambar di bawah.

link

Dari semuanya, menurut pengamatan saya tampilan atau model dari sepeda ini cukup inovatif. Desainer berusaha membuat model fullsize folding bike dengan mempertahankan kerangka sepeda berbentuk segitiga seperti milik Dahon di bawah

Dahon Tournado Full Size Folding Bike

link

namun bernuansa moderen dengan dimensi folding bike tradisional lainnya seperti roda yang relatif kecil, posisi sadel dan setang yang jauh dari frame. Beberapa fitur dari sepeda ini tampak sangat inovatif, namun sayang sudah menjadi fitur beberapa sepeda hebat lainnya (tidak orijinal), seperti seatpost/ saddle pillar/ saddlepole (tiang penyangga sadel) yang berbentuk tidak bulat seperti sepeda konvensional. Bentuk seatpost tidak gilig ini dapat ditemui pada sepeda lipat karya  David Gonçalves di bawah.

grasshopper2 feaKo 69

link

Atau lebih mirip dengan sepeda lipat buatan Itali, Di Blasi yang memiliki fungsi menekuk sadel menjadi serata mungkin dengan sepeda yang dilipat.

link

Moped

link

Fitur lain yang unik yang ditawarkan Pogoce adalah forkarm (garpu pemegang roda) yang tidak simetris. Roda hanya menempel pada satu lengan saja tidak seperti sepeda tradisional yang menempel pada dua lengan. namun sayang konsep ini juga bukan konsep baru pada sepeda, seperti dapat dilihat  forkarm inovatif buatan Cannondale, Cannondale Lefty.

link

Peletakan roda belakang pada satu sisi frame juga bukanlah hal baru lagi. Cek lagi sepeda buatan David Gonçalves di atas. Untuk sepeda fullsize Cannondale juga telah membuatnya. Digabung dengan Cannondale Lefty diatas, Cannondale membuat sepeda yang dinamai On Bike (saya pengin punya yang ini, tahu bisa pesan di mana?), yang menempatkan roda depan pada Cannondale Lefty, dan roda belakang menempel hanya pada lengan kanan frame sepeda bagian belakang yang memuat rantai penggerak untuk membuat sepeda lebih ringan, hemat komponen, serta mempermudah pemasangan dan pembongkaran..

link

Konsep one sided (istilah saya) juga digunakan untuk sepeda lipat guna menghemat ruang lipatan seperti sepeda keren di bawah.

Innovative Folding Bicycle And Luxury

Practical Forms Folds

link

Ban dari Pogoce tampaknya mengadaptasi ban- ban yang ditunjukkan pada sepeda- sepeda konsep, yaitu ban yang tidak berisi udara karena tidak nampak ada pentil disitu (asumsi saya karena gambar yang terbatas dan sayang saya belum bisa melihatnya secara langsung). Ban tipe ini sudah banyak di pasaran dengan berbagai ukuran (realistis).

link

Pogoce memilki susunan jeruji yang cukup unik yang sayangnya tidak ada informasi mengenai kelebihan dari komposisi itu, hanya sebagai komponen pembuat unik saja atau memiliki fungsi menahan goncangan seperti roda berikut.

SteelWheel_1.jpg

link

UPDATE: Menurut info yang saya dapatkan dari Fikri Satria Antoni  via Facebook (15/2/2012), Pogoce memiliki kelebihan rim yang bisa dilipat dan kemampuan saving dismantle ke basket (terus terang saya kurang paham mengenai hal yang terakhir ini, ada yang bisa menjelaskan? atau ada yang punya gambar yang lengkap sambil menunjukkan kelebihannya?)

Rim Pogoce bisa dilipat, itu yang membuat komposisi dari jeruji terlihat berbeda, namun konsep rim yang bisa dilipat meskipun belum banyak terlihat adalah konsep yang sudah ditawarkan dalam sepeda lipat seperti misalnya sepeda di bawah yang dinamai ECO/07, di mana rim dapat ditekuk sehingga memperkecil ruang penyimpanan pada saat sepeda dilipat penuh:

link

Erez Bar-Am, desainer dari Israel menterjemahkan kebutuhan tersebut seperti ini

link

Sedangkan desain yang sedang banyak dibicarakan kreasi Duncan Fitzsimons yang saat ini dipromosikan untuk kursi roda

link

Sedang konsep sepeda yang mampu menghasilkan listrik sendiri bukanlah hal yang baru. saat ini sudah banyak sepeda yang memiliki motor listrik yang digerakkan oleh listrik yang dihasilkan oleh generator mini yang menghasilkan listrik ketika sepeda bergerak. Misalnya generator yang diletakkan di roda hasil desain MIT yang langsung digabngkan dengan electric motor.

green wheel

link

Ada pula yang memiliki tempat untuk mencharge gadget ketika sepeda tersebut berjalan, seperti sepeda konsep berikut.

link

Seperti konsep milik pemenang, banyak sepeda yang mampu menghasilkan listrik memiliki batere penyimpanan yang menyatu (embedded) dengan bagian sepeda seperti frame sepeda semisal pada sepeda Bixy di bawah yang kebetulan memilki crankset (bagian pedal) mirip dengan milik finalis.

bixy

link

Pogoce tampak simpel tanpa rantai (kelihatannya, karena informasi terbatas) seperti pada sepeda Katz buatan Swiss di bawah

link

Konsep berbagi listrik menurut saya sebenarnya hanya penambahan fungsi dari sepeda yang mampu menghasilkan dan menyimpan listrik. Listrik yang dihasilkan dapat digunakan untuk menyalakan lampu sepeda, untuk menggerakkan motor sehingga meringankan perjalanan, menyalakan gadget pada saat perjalanan ataupun setelah mencapai tempat tujuan. Pada saat listrik dari sepeda kita digunakan untuk mencharge barang milik orang lain (dan tidak ada keharusan), mengisi batere orang lain, dan lain- lain itu sudah dapat disebut sebagai sharing energi. Konsep ini cukup mendekati desain sepeda dari desainer Korea in Sik Kim dan Bo Sung.

reenergy bike concept charges portable gadgets on

reenergy bike concept charges portable gadgets on

reenergy bike concept charges portable gadgets on

reenergy bike concept charges portable gadgets on

reenergy bike concept charges portable gadgets on

link

Akhir kata Pogoce telah memenangkan kontes ini dengan kata kunci “berbagi” yang menarik perhatian para juri, meski hanya memiliki orijinalitas  pada sadel yang sangat mini (dan kelihatannya tidak nyaman), gir depan dan belakang yang mirip dengan crank set-nya yang sebenarnya tidak orijinal lagi,  sistem penggerak tanpa rantai (kelihatannya) yang sudah bukan baru lagi, single sided seperti sepeda Cannondale, dan konsep penghasil, penyimpanan listrik serta pemanfaatan yang tidak baru lagi. Seperti sering kali saya katakan inovasi yang baik haruslah orijinal, masuk akal,dan masuk pasar. Namun Pemenang lomba inovasi memerlukan keberuntungan. Sebagai pengamat inovasi dan kurator inovasi, saya hanya dapat berharap International Polygon Bike Design Competition akan tetap dieselenggarakan dan menjadi lebih baik.

Posted by Adi Widjaja, M.Sc. (Kurator inovasi)

Bagaimana menurut Anda?

About thesmallideablog

Entrepreneur & teacher

4 responses »

  1. d_tasenden says:

    inovasi sangat tipis batasnya dengan bentuk2 duplikasi dan repitisi yang diberi tambahan/perubahan sedikit
    inovasi desain yg ada pada umumnya tidak lepas dari konsep: niteni, niroke, nambahi….(terjemahan indonesia yg mendekati: mencermati, meniru, menambah)
    jd wajar kalo disetiap inovasi ada unsur kemiripan. dan menurut saya hal ini sah2 sj🙂
    asal inovasi yang ditawarkan merupakan penyempurnaan/lebih baik dari yg sebelumnya.

    kemiripan tidak selalu dengan desain yg sudah ada, bisa saja mengambil ide (mendupilkasi/merepetisi) dari alam sekitarnya. tuhan menciptakan bumi ini dengan sejuta rahasia alam yang bisa kita tiru untuk dijadikan karya desain yg inovatif…..dan tuhan tdk akan protes hehehe….

    salam inovator

    • Mas Dony yang baik menurut saya memang sah saja orang meniru atau mengulang, tapi jadinya akan lucu bila kita bisa menang lomba inovasi dengan menempelkan semua feature keren dari barang sejenis (misalnya sepeda) ke suatu produk (misalnya sepeda)dan menang.

  2. darmawangsa warsito says:

    Innovation is the creation of better or more effective products, processes, services, technologies, or ideas that are accepted by markets, governments, and society. Innovation differs from invention in that innovation refers to the use of a new idea or method, whereas invention refers more directly to the creation of the idea or method itself.

    Inovasi adalah penciptaan produk yang lebih baik atau lebih efektif, proses, layanan, teknologi, atau gagasan yang diterima oleh pasar, pemerintah, dan masyarakat. Inovasi berbeda dengan penemuan dalam inovasi mengacu pada penggunaan ide baru atau metode, sedangkan penemuan lebih mengacu langsung pada penciptaan gagasan atau metode itu sendiri.

    http://en.wikipedia.org/wiki/Innovation

    • Setuju mas, tapi sayangnya tidak ada kriteria di Wiki yang menjelaskan tentang inovasi yang baik atau inovasi yang pantas menang lomba. Sebagai pengingat, di lomba ini ada kriteria orijinalitas (menurut kamus http://www.merriam-webster.com: that from which a copy, reproduction, or translation is made or a work composed firsthand). Saya hanya mengomnetari berbagi feature dari sepeda juara ini (yag menuriut saya tidak original lagi di persepedaan), meski dalam diskusi di facebook sepeda ini memiliki cara lain untuk melepas pasang roda sepedanya (yang klaimnya mudah, dan sayangnya justru tidak banyak dibahas di media massa, karena belum bisa direalisasikan mungkin??) meski diluar banyak cara yang menurut saya efektif dan aman untuk melakukan tugas tersebut. Dan menurut saya banyak feature yang terlihat tersebut sebenarnya sudah ada pada banyak sepeda (seperti fungsi share energy yang banyak dibicarakan), dan yang paling penting penggabungan feature- feature ini tidak menambah suatu fungsi baru (maaf ini menurut saya pribadi dengan info yang terbatas). Saya hanya ingin khalayak (termasuk panitia) menyadari hal tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s