Bagi para BIA enthusiast. Oijinal diterjemahkan oleh dictionary.com sebagai pemilik, awal dari sesuatu, sesuatu yang baru, fresh, dan lain- lain, namun yang menarik perhatian saya, dictionary.com menempatkan kata “copy” sebagai lawan kata dari “original”. Apakah produk peserta  di bawah melakukan tindakan “peng-copy-an” bila ternyata ditemukan produk mereka ternyata tidak “baru” lagi? Saya tidak yakin dengan hal tersebut. Saya sangat yakin semuanya dibuat berdasarkan energi kreatifitas luar biasa yang mereka miliki, hanya sayangnya apa yang mereka ciptakan hanya menjadi sebuah “copy” bagi penemuan yang telah ada sebelumnya, entah di wilayah lain, negara lain, atau jaman yang lain. Apakah orijinalitas penting dalam berinovasi. Menurut saya jawabannya adalah tergantung dari konteks kita berkreasi. Bila seseorang membuat sesuatu bagi dirinya sendiri yang ternyata sudah pernah ada sebelumnya dan bahkan dipatentkan oleh orang lain, bagi saya hal tersebut tetap sah- sah saja. Namun bila konteksnya berubah ketika ia ingin menjual atau mempublikasikan produk temuannya tersebut secara umum, hukum HAKI akan bekerja dalam situasi ini. Bagaimana dengan lomba ini? Jelas orijinalitas menjadi kunci utama penilaian dan beberapa temuan bahkan sudah diperiksa dan lolos untuk mendapatkan HAKI (Hak atas kekayaan intelektual) sederhana. Apakah hal tersebut dapat menjadi bukti suatu produk orijinal atau tidak? Menurut saya belum cukup. Patent di dasarkan pada ke-proaktif-an dari seorang penemu untuk mendaftarkan (bagaimana bila penemu tidak mempatentkannya?), dan memiliki jangka waktu tertentu, kalo saya tidak salah, saat ini patent sederhana di Amerika berlaku hingga 20 tahun. Lebih dari itu, siapapun berhak atas temuan tersebut dalam berbagai konteks, karena temuan tersebut sudah tidak dilindungi oleh hukum HAKI lagi. Lalu bagaimana kita bisa menilai suatu produk orijinal atau tidak? HAKI dapat menjadi pintu gerbang akhir untuk men-screen kontestan. Sebelumnya sebaiknya tetap diserahkan pada pihak yang memiliki knowledge yang luas dalam bidang tertentu, saya membayangkan bila ada sebuah furniture yang masuk sebagai finalis, produk tersebut dapat dinilai oleh orang (atau lebih baiknya sekelompok orang) yang memiliki knowledge tentang perkembangan dan inovasi di dunia furniture, demikian pula hal- hal yang lain.  Saya yakin bila hal tersebut dijalankan, situasi di bawah menurut saya akan lebih diminimalisir dan BIA dapat lebih dalam menancapkan tonggak sebagai pioneer dari pergerakan inovasi di Indonesia.  Adi Widjaja, M.Sc.

Mullticlos Pemenang BIA 2008

VS

link

link

Produk di atas adalah produk yang umum di pasaran India bahkan memiliki nama sistem Anglo-Indian toilet, di mana pada saat membuang hajat masih banyak orang yang jongkok, padahal diberbagai tempat saat ini hanya disediakan WC duduk. Perbedaan mendasar dari produk finalis adalah cover untuk duduk dan jongkok dibuat terpisah, sedang yang umum di pasaran cover untuk jongkok digabung dengan cover duduk.

The Conqueror Chess pemenang BIA 2007

VS

link

Dibuat di Inggris pada jaman Victoria, bahkan terbentuk pula club berdasarkan permainan tersebut pada masa itu yang disebut “London Four Handed Chess Club”.

Garbex juara BIA 2010

VS

link

Pot tunggal yang dapat dibelah dan digunakan lagi, dipatentkan oleh Henry Mitsuo Fukuhara pada tahun 1959, sebagai catatan di Amerika patent hanya bekerja selama 20 tahun.

Karya Adityo, salah satu pemenang Djarum Black Innovation Awards 2011. Sebuah arena permainan untuk gundu, berbentuk meja dengan laci- laci di bawahnya. Arena berbentuk kotak, dengan sebuah lubang (Jawa: wok) yang dapat dibuka tutup untuk mengkomodasi beberapa jenis permainan khas Indonesia.

VS

wpe69.gif (95431 bytes)

Di patenkan oleh Thomas J. Catrinar dari USA pada tahun 1996, sebuah arena bermain gundu berbentuk meja dengan rak di bawahnya untuk menyimpan perlengkapan. Meja ini dapat mengakomodasi beberapa jenis permainan meski bukan untuk yang khas Indonesia.

&

test4Marble champion Bailey Narr

link

Arena yang digunakan untuk pertandingan gundu. Beberapa pertandingan menggunakan arena yang berbeda, ada yang permukaan keras ada juga yang pasir.

Bagaimana menurut Anda?

About thesmallideablog

Entrepreneur & teacher

4 responses »

  1. hely says:

    terlepas dari orisinalitas..sebagin dari mereka sukses mengoptimalkan ide lama yang terlewatkan, yh seperti yang dibilang picasso good artis copy great artis steal. dan icontoh bukti nyata yang berhasil, pas momen kebangkitan microsoft sama apple di tahun 80an yg bisa agan liat di film pirates of silicon valley🙂

    • Setuju, tapi kalo di BIA atau lomba inovasi lainnya menurut saya great winner create. Ecek2 winner boleh copy atau terserah mau steal. Di dunia nyata terserah orang mau apa, yang penting mereka tahu konsekwensi yang dihadapinya. Tapi sebenarnya sayang kalo kita sebagai bangsa Indonesia berpikir seperti yang terakhir, sebab potensi yang benar- benar ada di otak kita bangsa Indonesia jadinya tidak pernah muncul. Saya sering lihat di media massa banyak temuan yang tidak orijinal dielu-elukan orijinalitasnya, menurut saya kemampuan untuk membuat atau rancang bangun boleh dielu- elukan, tapi orijinalitas perlu dilihat lagi.

      • hely says:

        memang saat ini indonesia didalam masa transisi copy to create; seperti halnya org jpang abad 1920an yg mengcopy habis produk kreta uap amrik utk dipkai negeriny sndiri, tp mreka sndiri mngakuinya, yh syangny para aplikator ide indonesia jrang ada yg mau menyatakan bhwa idenya trinspirasi dari mna sja trlepas dri orisinal atau tidaknya ide mreka. krna sperti itulah budaya kita, didukung dgn pnegakan hkum yg stngh2 mmbuat subur duplikasi ide🙂

      • Setuju sama Hely, rancang bangun ataupun inovasi itu butuh kebesaran hati, meskipun ketidakorijinalan itu bisa jadi tidak sengaja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s