Jam tangan untuk para tuna netra

link

Auguste Reymond mengeluarkan seri Braille Hi-Touch For Blind. Konsepnya jam ini dibuat berbentuk seperti jam tangan normal, hanya pengguna dapat membuka kaca depannya dan menyentuh jarum jam serta penunjuk waktunya.

Pembuat label braille

link

Printer sederhana buatan 6dot ini hanya menggunakan 6 tombol saja. Sangat mudah digunakan dan dibawa kemanapun. Printer yang sangat membantu untuk memberi tanda timbul (braille) pada barang- barang sehari- hari seperti obat, laci, bahan makanan, dan lain- lain ini telah meraih berbagai penghargaan pada berbagai kategori.

Tongkat sonar

link

Tongkat penuntun para tuna netra ini dilengkapi teknologi sonar seperti pada kelelawar dan teknologinya telah teruji pada kapal selam. Dengan sonar, pengguna dapat mengenali obyek, mengerti arah, serta mengenali jarak yang tidak bisa dilakukan dengan tongkat tradisional.

Domino untuk tuna netra

link

Dengan USD 13, para tuna netra dapat tetap menikmati permainan domino. Domino ini dibuat lebih besar dengan penunjuk kartu yang timbul. Kecuali domino, banyak permainan kartu yang telah dibuat versi braille-nya.

Handphone Braille

link

Handphone ini dapat menerima pesan singkat yang diterjemahkan dalam huruf Braille dan menulis dalam huruf Braille untuk diterjemahkan dalah huruf biasa pada penerimanya. Inovasi dari Samsung ini memenangkan penghargaan desain yang prestisius dari Industrial Design Excellence Awards (IDEA).

Tongkat cahaya

link

Inovasi yang diklaim terbuat dari berbagai barang bekas oleh I Gusti Bagus Putra Ariawan ini menjadi salah satu pemenang Djarum Black Innovation Awards 2008. Dia menambahkan tongkat untuk membantu para tuna netra berjalan dengan sumber sinar dan suara sehingga dapat dikenali oleh orang disekitarnya.

E-book Braille

link

Sebuah konsep luar biasa dari Seon-Keun Park, Byung-Min Woo, Sun-Hye Woo and Jin-Sun Park dari Korea Selatan. Sebuah gadget untuk membaca buku elektronik dengan layar yang dapat menampilkan huruf timbul Braille.

Blind Gaple

link

Karya dari Arif Kurnianto ini memenangkan Djarum Black Innovation Awards 2009. Inovasi anak muda ini berupa kartu gaple (domino) yang dapat dengan mudah di gunakan oleh para tuna netra. Kecuali petunjuk kartu yang dapat dikenali dengan sentuhan, Arif membuat wadah kartu, serta alur untuk meletakkan kartu.

Asesoris untuk keselamatan dan kenyamanan tuna netra

link



link

Berbagai produk saat ini banyak tersedia di pasaran untuk lebih memudahkan mobilitas para tuna netra, seperti tambahan lampu untuk tongkat sehingga pengguna jalan dapat jelas melihatnya, bel untuk menunjukkan keberadaannya, berbagai ujung tongkat, cantolan yang praktis, dan lain- lain.

Posted by Adi Widjaja, M.Sc.

About thesmallideablog

Entrepreneur & teacher

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s