Air (bersih) meskipun melimpah, pada kenyataannya tidak tersebar secara merata, di mana beberapa tempat berlebihan, sedangkan di tempat lain sangat kekurangan. Itu yang menimbulkan inspirasi bagi orang- orang luar biasa berikut memanen air hujan.

Sumur resapan komunal Tjandramukti

Sumur- sumur dari bambu yang ditanam secara komunal ini adalah rekayasa dari Tjandramukti, peneliti dari Purwodadi (Jawa Tengah). Sumur- sumur  ini ditempatkan dalam jumlah yang cukup saling berdekatan/ berkelompok di lahan pertanian (tadah hujan). Gunanya agar air hujan (hujan awal) tidak mengalir ke selokan- selokan, tapi mengalir terlebih dahulu masuk ke sumur, dan meresap ke sekeliling sumur, menekan jebakan udara di permukaan tanah kering yang menyebabkan air hujan sulit masuk ke dalam tanah. Setelah jebakan udara hilang, air akan leluasa meresap ke dalam tanah, tertampung hingga musim kemarau dan mencegah banjir bandang yang justru sering terjadi di awal musim hujan.

Rain Drop

link

Desain dari Evan Gant ini berupa talang yang dapat dipasangi botol- botol plastik bekas pakai. Pada saat hujan, sebelum air terbuang, air dari talang akan memenuhi botol- botol yang tersedia. Penggunaan botol- botol plastik ini dimaksudkan untuk mengurangi sampah dan memungkinkan sinar dapat menembus ke air yang tertampung, menjadikan air lebih steril.

Rain Pod

link

Dengan struktur yang kokoh dan ukuran yang cukup besar, alat ini dapat memanen air untuk kemudian dipindahkan ke drum atau jerigen penampungan. Produk ini adalah desain dari David L’ Hote.

Slow Water

courtesy of Ecofriend

link

Produk ini berbentuk payung terbalik untuk menangkap air hujan. Air yang tertampung akan dialirkan ke kontainer air berbentuk kursi taman. Sangat cocok untu taman di tempat yang bercurah hujan rendah.

Filterbrella

link

Sebuah konsep luar biasa  dari Andrew Leinonen ini berbentuk payung personal untuk menahan air hujan, hanya perbedaannya pada puncak payung Filterbrella terdapat lubang berbentuk corong untuk memasukkan air hujan menuju ke gagang payung yang berisi filter arang aktif. Pada ujung pegangan terdapat tempat untuk memasang botol air minum untuk menampung air yang telah terfilter. Payung ini dikatakan menggunakan biodegradable plastik, sehingga tidak akan merusak lingkungan.

Urban Umbrella

link

Konsep dari Adrianus Darmawan ini memenangkan kontes Djarum Black Innovation Awards 2008. Bangunan peneduh yang dibangun berjajar saling berseberangan di pinggir jalan ini berbentuk seperti payung terbalik, untuk menagkap air hujan. Air yang ditampung dikatakan akan dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, menghasilkan air bersih, dan mengurangi beban selokan guna mencegah banjir.

19/02/10 – Adi Widjaja, M.Sc.

About thesmallideablog

Entrepreneur & teacher

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s